Pengiriman kargo internasional menyimpan risiko besar: kerusakan, kehilangan, bencana alam, hingga pembajakan. Asuransi kargo adalah solusi wajib untuk melindungi nilai barang Anda. Namun, tidak semua asuransi kargo sama — memilih jenis yang tepat bisa menghemat biaya sekaligus memberikan perlindungan optimal.
Mengapa Asuransi Kargo Sangat Penting?
- Nilai kargo internasional bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah
- Risiko kerusakan selama transit laut: terbentur, terendam air laut, kebakaran di kapal
- Risiko kehilangan: pencurian di pelabuhan atau gudang transit
- Force majeure: badai, gempa bumi, kecelakaan transportasi
- Tanpa asuransi, klaim kerugian kepada freight forwarder sangat terbatas (liability cap)

Jenis-Jenis Asuransi Kargo
1. Institute Cargo Clauses (ICC) A — All Risk
Ini adalah perlindungan paling komprehensif. Menanggung semua risiko kerugian atau kerusakan kargo, kecuali yang secara eksplisit dikecualikan (perang, kelalaian pengirim, inherent vice).
- Cocok untuk: Barang elektronik, produk luxury, kargo bernilai tinggi
- Premi: Tertinggi (0,1–0,5% dari nilai kargo)
- Klaim: Paling mudah — beban pembuktian ada di penanggung
2. Institute Cargo Clauses (ICC) B — Named Perils (Terbatas)
Menanggung risiko tertentu yang disebutkan dalam polis: kebakaran, ledakan, kandas kapal, tenggelam, tabrakan, gempa bumi, dan beberapa risiko lainnya. Tidak menanggung pencurian atau kerusakan parsial karena cuaca.
- Cocok untuk: Barang yang tahan cuaca seperti bahan bangunan
- Premi: Menengah
3. Institute Cargo Clauses (ICC) C — Total Loss Only (TLO)
Hanya menanggung jika kargo hilang atau rusak total (total loss). Kerusakan parsial tidak diklaim.
- Cocok untuk: Komoditas massal seperti batubara, biji-bijian, minyak curah
- Premi: Terendah
- Catatan: Tidak disarankan untuk barang manufaktur
4. Open Cover Policy
Polis terbuka yang menanggung semua pengiriman dalam periode tertentu (biasanya 1 tahun), tanpa perlu membuat polis baru per pengiriman. Ideal untuk eksportir/importir reguler dengan volume besar.

Cara Memilih Asuransi Kargo yang Tepat
Langkah 1 — Nilai dan Jenis Barang
Semakin tinggi nilai barang dan semakin rentan terhadap kerusakan, semakin direkomendasikan ICC A (All Risk). Barang massal dan tahan banting bisa dengan ICC C.
Langkah 2 — Moda Transportasi
- Laut: Risiko tertinggi (cuaca, penanganan di pelabuhan) → ICC A atau B
- Udara: Risiko lebih rendah → ICC B atau C cukup
- Darat: Perhatikan risiko kecelakaan dan pencurian → All Risk direkomendasikan untuk rute rawan
Langkah 3 — Penyebab Kerusakan yang Paling Mungkin
Analisis histori pengiriman Anda. Jika sering ada kerusakan parsial akibat penanganan, pilih ICC A. Jika pengiriman cenderung aman dan risiko utama adalah bencana besar, ICC B atau C bisa lebih hemat.
Langkah 4 — Bandingkan Premi dan Kondisi Polis
- Minta penawaran dari minimal 3 perusahaan asuransi
- Baca klausul pengecualian dengan teliti
- Pastikan surveyor klaim tersedia di pelabuhan tujuan
- Cek reputasi perusahaan asuransi di klaim
Tips Agar Klaim Asuransi Kargo Berhasil
- Dokumentasikan kondisi barang sebelum pengiriman (foto/video)
- Simpan semua dokumen: B/L, Invoice, Packing List, Certificate of Origin
- Laporkan kerusakan/kehilangan segera setelah tiba (biasanya max 3 hari)
- Jangan tandatangani B/L clean jika ada kerusakan — beri catatan di dokumen
Untuk pengiriman kargo internasional yang aman dan terlindungi, percayakan logistik Anda kepada Armocargo. Tim kami siap membantu memilih solusi asuransi terbaik sesuai kebutuhan Anda.
BUTUH BANTUAN IMPORT?
ArmoCargo - Jasa Import China ke Indonesia Terpercaya
PPJK berlisensi resmi. Sea freight mulai Rp 5.500jt/CBM, air freight mulai Rp 165.000/kg. Door to door ke seluruh Indonesia.
Jasa Import ChinaDoor to Door