Vietnam adalah salah satu pusat manufaktur terkuat di Asia Tenggara. Dengan biaya produksi yang kompetitif dan kualitas yang terus meningkat, impor dari Vietnam ke Indonesia menjadi pilihan menarik bagi banyak importir dan pelaku bisnis.
Artikel ini memandu kamu dari awal: produk apa yang worth diimpor dari Vietnam, berapa biayanya, dan bagaimana prosedur lengkapnya.

Mengapa Import dari Vietnam?
- Biaya produksi lebih rendah dari China untuk beberapa kategori produk
- Kualitas manufaktur meningkat pesat — terutama untuk garmen, elektronik, dan produk kayu
- Proximity — waktu pengiriman via laut ke Indonesia (Surabaya/Jakarta) 5–10 hari
- ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) — tarif bea masuk 0% untuk banyak produk dalam ASEAN
- Diversifikasi sumber impor — mengurangi ketergantungan pada satu negara
Produk Terlaris yang Diimpor dari Vietnam
- Garmen dan tekstil — pakaian, kain, tas, sepatu dengan kualitas ekspor tinggi
- Produk kayu dan furnitur — Vietnam adalah pengekspor furnitur kayu terbesar ke-2 di Asia
- Makanan dan minuman — kopi Vietnam (robusta premium), mie instan, produk seafood
- Elektronik dan aksesoris — Samsung, LG, dan banyak merek produksi di Vietnam
- Produk pertanian — lada, beras, karet, singkong
- Mesin dan spare parts — mesin tekstil, mesin pertanian
Tarif Bea Masuk Impor dari Vietnam
Karena Vietnam dan Indonesia sama-sama anggota ASEAN, sebagian besar produk menikmati tarif preferensial melalui ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA):
- 0% bea masuk untuk mayoritas produk industri dan manufaktur
- 0–5% bea masuk untuk produk pertanian tertentu
- PPN impor: 11% dari nilai pabean (CIF)
- PPh Pasal 22: 2.5% untuk importir ber-API (Angka Pengenal Importir), 7.5% tanpa API
Untuk menggunakan tarif ATIGA, kamu memerlukan Form D (Certificate of Origin) dari eksportir Vietnam.

Prosedur Import dari Vietnam Step by Step
- Temukan supplier Vietnam — via Vietnam.vn, VietTrade.gov.vn, atau pameran dagang ASEAN
- Negosiasi dan buat Purchase Order (PO)
- Pilih mode pengiriman:
- Sea Freight (LCL atau FCL) — lebih murah, 5–10 hari
- Air Freight — lebih mahal, 2–4 hari, cocok untuk barang urgent/bernilai tinggi
- Minta Form D dari eksportir untuk menggunakan tarif ATIGA
- Koordinasi dengan freight forwarder di Indonesia untuk custom clearance
- Bayar bea masuk dan pajak melalui bank Persepsi atau portal DJBC
- Ambil barang di pelabuhan setelah Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) terbit
Dokumen yang Diperlukan
- Commercial Invoice dari supplier Vietnam
- Packing List
- Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB)
- Form D (Certificate of Origin ASEAN)
- Packing Declaration
- NIB (Nomor Induk Berusaha) dan API-U/API-P
Tips Memilih Freight Forwarder untuk Import dari Vietnam
- Pastikan forwarder punya agen/partner di pelabuhan Vietnam (Ho Chi Minh City atau Hanoi)
- Tanyakan apakah mereka bisa urus Form D dan dokumen ATIGA
- Minta penawaran all-inclusive (freight + bea masuk + pajak + delivery ke gudang)
- Cek track record dan ulasan dari importir lain
Kesimpulan
Import dari Vietnam ke Indonesia adalah peluang bisnis yang sangat menarik berkat tarif ATIGA 0%, biaya produksi kompetitif, dan waktu pengiriman yang singkat. Kunci suksesnya: supplier terpercaya, dokumen lengkap, dan freight forwarder berpengalaman.
Armocargo siap membantu proses impor kamu dari Vietnam — mulai dari koordinasi dengan supplier, pengurusan dokumen, custom clearance, hingga pengiriman ke gudang kamu. Hubungi tim kami sekarang.
BUTUH BANTUAN IMPORT?
ArmoCargo - Jasa Import China ke Indonesia Terpercaya
PPJK berlisensi resmi. Sea freight mulai Rp 5.500jt/CBM, air freight mulai Rp 165.000/kg. Door to door ke seluruh Indonesia.
Jasa Import ChinaDoor to Door