Filipina adalah salah satu mitra dagang terpenting Indonesia di Asia Tenggara yang masih sering diremehkan eksportir Indonesia. Dengan populasi 115 juta jiwa, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan ASEAN FTA yang menguntungkan, ekspor ke Filipina menawarkan peluang besar bagi produk-produk unggulan Indonesia. Panduan ini membahas cara memulai ekspor ke Filipina 2026.
Mengapa Filipina Menjadi Pasar Ekspor Strategis?
- Tarif 0% lewat ASEAN FTA (AFTA) — Mayoritas produk Indonesia masuk Filipina bebas bea masuk dengan COO Form D
- Populasi Muslim yang besar — ~10 juta Muslim di Mindanao → peluang produk halal Indonesia sangat besar
- Infrastruktur impor yang berkembang — Manila dan Cebu memiliki pelabuhan internasional yang aktif
- Kedekatan budaya — Filipina familiar dengan produk-produk Asia Tenggara termasuk makanan Indonesia
- Kompetisi yang relatif lebih rendah vs pasar Singapura atau Australia

Produk Indonesia Paling Diminati di Filipina
Produk Makanan dan Minuman Halal
Komunitas Muslim Filipina di Mindanao sangat antusias dengan produk halal Indonesia. Mie instan, bumbu masak, snack, kecap, dan produk olahan halal lainnya memiliki demand yang tinggi. Pastikan produk memiliki sertifikat halal MUI yang diakui secara internasional.
Produk Pertanian dan Perkebunan
Kelapa sawit olahan, kopi specialty Indonesia (kopi Aceh, Toraja, Flores), kakao, dan produk perkebunan lainnya diminati pasar Filipina yang bergantung pada impor untuk beberapa komoditas.
Furnitur dan Kerajinan
Furnitur rotan, bambu, dan kayu olahan Indonesia dikenal kualitasnya. Filipina memiliki selera yang mirip untuk produk interior natural dan handcraft.

Prosedur Ekspor ke Filipina
- Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) — Diajukan ke Bea Cukai Indonesia via CEISA sebelum pengiriman
- Invoice Komersial dan Packing List — Dokumen standar ekspor
- COO Form D — Certificate of Origin untuk memanfaatkan tarif 0% AFTA. Diterbitkan oleh Dinas Perdagangan/Kemendag
- Phytosanitary Certificate — Wajib untuk produk pertanian/tanaman dari Kementan RI
- Import clearance di Filipina — Mitra penerima di Filipina mengurus di Bureau of Customs (BOC)
- FDA Clearance Filipina — Untuk produk pangan dan kosmetik, perlu pre-market approval dari Food and Drug Administration Filipina
Estimasi Biaya Pengiriman ke Filipina 2026
- Sea freight Jakarta–Manila: LCL ~USD 80-120/CBM; FCL 20ft ~USD 400-700
- Air freight Jakarta–Manila: ~USD 2-4/kg tergantung volume
- Transit time laut: 5-10 hari dari Tanjung Priok ke Manila
- Pengurusan dokumen: Rp 500.000-1.500.000 per shipment
FAQ: Ekspor ke Filipina
Apakah produk makanan perlu izin khusus dari Filipina?
Ya, produk pangan memerlukan registrasi di FDA Filipina sebelum bisa dipasarkan secara massal. Proses ini bisa memakan 3-6 bulan dan biasanya ditangani oleh importir/distributor lokal Filipina.
Bagaimana cara mencari importir atau distributor di Filipina?
Manfaatkan platform B2B seperti Alibaba/Global Sources, ikuti pameran dagang IFEX Philippines, atau gunakan jasa konsultan ekspor MATRADE dan ITPC Manila.
Apakah perlu agen di Filipina?
Sangat disarankan untuk pemula. Agen/distributor lokal memahami pasar, jaringan distribusi, dan bisa mengurus izin FDA.
Rencanakan ekspor perdana Anda ke Filipina dengan bantuan tim ArmoCargo — kami siap membantu pengurusan dokumen, customs clearance, dan pengiriman door-to-door ke seluruh Filipina.
BUTUH BANTUAN IMPORT?
ArmoCargo - Jasa Import China ke Indonesia Terpercaya
PPJK berlisensi resmi. Sea freight mulai Rp 5.500jt/CBM, air freight mulai Rp 165.000/kg. Door to door ke seluruh Indonesia.
Jasa Import ChinaDoor to Door