India adalah raksasa ekonomi yang sering diabaikan eksportir Indonesia. Dengan populasi 1,4 miliar jiwa, kelas menengah yang tumbuh lebih dari 300 juta orang, dan permintaan besar untuk produk konsumsi dan bahan baku, cara ekspor ke India dari Indonesia menjadi topik yang semakin relevan bagi pelaku bisnis yang ingin mendiversifikasi pasar ekspor.
Mengapa India adalah Pasar Ekspor yang Menarik?
- Pasar konsumen terbesar kedua di dunia — 1,4 miliar jiwa dengan kelas menengah yang terus membesar
- Pertumbuhan GDP 6-7%/tahun — Perekonomian India konsisten di antara yang tumbuh paling cepat di dunia
- Kerangka dagang ASEAN-India FTA (AIFTA) — Indonesia sebagai anggota ASEAN mendapat akses tarif preferensial ke pasar India untuk banyak produk
- Permintaan besar untuk bahan baku dan komoditas — India mengimpor masif untuk industri manufakturnya
- Pertumbuhan e-commerce lintas batas — Platform seperti Flipkart, Amazon India membuka peluang untuk produk consumer Indonesia

Produk Indonesia yang Paling Diminati Pasar India
Komoditas dan Bahan Baku
- Crude Palm Oil (CPO) dan Refined Palm Oil — India adalah importir CPO terbesar di dunia. Konsumsi minyak nabati India yang tinggi membuat CPO Indonesia selalu dibutuhkan
- Batu bara — India bergantung pada batu bara untuk pembangkit listrik, dan Indonesia adalah sumber utamanya
- Karet alam — Untuk industri ban dan manufaktur otomotif India yang besar
- Bijih nikel dan olahan mineral — India butuh bahan baku untuk industri baja stainless dan baterai EV
- Kayu dan produk kayu olahan — Untuk industri furnitur dan konstruksi India
Produk Manufaktur dan Consumer
- Kopi dan rempah-rempah — Kopi robusta dan arabika Indonesia, lada, cengkeh, dan kapulaga
- Produk kecantikan dan perawatan diri — Produk berbasis bahan alami Indonesia (virgin coconut oil, aloe vera) mulai penetrasi ke India
- Tekstil dan pakaian jadi — Untuk memenuhi permintaan pasar fashion India yang tumbuh pesat
- Produk perikanan — Udang, ikan tuna, dan cumi beku diminati pasar India

Kerangka Dagang Indonesia-India
ASEAN-India FTA (AIFTA)
AIFTA memberikan akses tarif preferensial untuk ribuan produk Indonesia ke India:
- Gunakan COO Form AI (Certificate of Origin ASEAN-India) untuk klaim tarif preferensial
- Banyak produk manufaktur dan agrikultur Indonesia mendapat tarif 0% di India under AIFTA
- Cek AIFTA schedule untuk HS Code produk Anda di situs Kemendag
Hambatan Non-Tarif India
India terkenal dengan hambatan non-tarif yang cukup ketat:
- BIS (Bureau of Indian Standards) — Banyak produk manufaktur wajib memiliki sertifikasi BIS sebelum masuk India
- FSSAI — Produk makanan dan minuman wajib registrasi di Food Safety and Standards Authority of India
- Anti-dumping dan safeguard measures — India aktif menggunakan instrumen ini untuk melindungi industri dalam negeri
Prosedur Ekspor ke India
- PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) melalui CEISA Bea Cukai Indonesia
- COO Form AI dari Dinas Perdagangan untuk tarif AIFTA
- Commercial Invoice, Packing List, Bill of Lading/Airway Bill
- Phytosanitary/Health Certificate untuk produk pertanian dan pangan
- Customs clearance di India — melalui importer/customs broker di India
Rute Pengiriman Indonesia ke India
- Jakarta/Tanjung Priok → Mumbai (JNPT): 10-16 hari sea freight, pelabuhan tersibuk India untuk impor
- Jakarta/Tanjung Priok → Chennai: 10-14 hari, gateway untuk India Selatan
- Surabaya → Mumbai: 12-18 hari
- Air freight Jakarta → Mumbai/New Delhi: 3-5 hari, untuk produk perishable atau high-value urgent
FAQ: Ekspor ke India
Apakah Indonesia punya trade office di India?
Ya. ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) beroperasi di Mumbai dan New Delhi, siap membantu eksportir Indonesia menemukan buyer di India. Kemendag juga aktif mengadakan business matching dengan importir India.
Produk apa yang paling mudah diterima pasar India?
Komoditas (CPO, batu bara, karet) paling mudah karena sudah ada rantai pasok yang established. Untuk produk consumer, mulai dari niche market komunitas Indonesia di India atau produk yang belum ada saingannya di India.
Berapa minimum volume untuk ekspor ke India secara ekonomis?
Sea freight: minimal 1 FCL 20ft (sekitar 22-25 ton atau 25-28 CBM) agar cost per unit kompetitif. LCL tersedia untuk volume lebih kecil tapi biaya per kg lebih tinggi.
Kirim produk Anda ke pasar India dengan dukungan penuh dari ArmoCargo — pengurusan dokumen ekspor, customs clearance, dan pengiriman door-to-door ke seluruh kota utama India.
BUTUH BANTUAN IMPORT?
ArmoCargo - Jasa Import China ke Indonesia Terpercaya
PPJK berlisensi resmi. Sea freight mulai Rp 5.500jt/CBM, air freight mulai Rp 165.000/kg. Door to door ke seluruh Indonesia.
Jasa Import ChinaDoor to Door