Saat membeli barang dari China, pebisnis sering bingung: “PPN dan PPh impor berapa persen?”. Jawabannya tergantung jenis importir dan nilai barang. Artikel ini menjelaskan dasar pengenaan PPN impor, tarif PPh Pasal 22, dan cara menghitungnya dengan benar.

Dasar Pengenaan PPN Impor
PPN impor dihitung dari Nilai Impor (NI) = Nilai Pabean (CIF) + Bea Masuk — bukan dari harga barang saja.
PPN Impor = 11% × Nilai Impor
Tarif PPh Pasal 22 Impor
| Jenis Importir | Tarif PPh 22 |
|---|---|
| Importir dengan API | 2,5% |
| Importir tanpa API (Non-API) | 7,5% |
| Kedelai, gandum, tepung | 0,5% |

Contoh Lengkap: Impor Pakaian dari China
CIF USD 2.000, kurs Rp 16.000, BM 25%, Non-API:
- Nilai Pabean = Rp 32.000.000
- Bea Masuk (25%) = Rp 8.000.000
- Nilai Impor = Rp 40.000.000
- PPN (11%) = Rp 4.400.000
- PPh 22 Non-API (7,5%) = Rp 3.000.000
- Total pajak = Rp 15.400.000
Jika pakai API + ACFTA (BM 5%): total pajak hanya Rp 6.136.000 — hemat Rp 9,26 juta!

Tips Kurangi Pajak Impor secara Legal
- Daftar API → PPh 22 turun dari 7,5% ke 2,5%
- Minta Form E dari supplier China → BM ACFTA 0–5%
- PKP → PPN impor bisa dikreditkan sebagai pajak masukan
- Undername ArmoCargo → API aktif, PPh 22 hanya 2,5%
💬 Simulasi gratis pajak impor Anda →
BUTUH BANTUAN IMPORT?
ArmoCargo - Jasa Import China ke Indonesia Terpercaya
PPJK berlisensi resmi. Sea freight mulai Rp 5.500jt/CBM, air freight mulai Rp 165.000/kg. Door to door ke seluruh Indonesia.
Jasa Import ChinaDoor to Door